Saya kerap memosisikan diri saya di luar diri saya; menonton diri saya sedang terlibat dalam suatu peristiwa. Cara tersebut saya gunakan untuk memberi jarak antara peristiwa dan emosi. Dengan begitu, saya lebih bisa melihat peristiwa tersebut dengan sudut pandang paling praktis, yaitu sudut pandang ekonomi. Para tokoh dalam buku ini saya bangun berdasarkan motif-motif ekonomi: tawar-menawar,…