Faruq Juwaidah adalah penyair modern ternama berkebangsaan Mesir, kelahiran 10 Februari 1945. Ia berkarier sebagai jurnalis di salah satu surat kabar tertua Mesir, Al-Ahram, dan telah menerbitkan 20-an buku dalam berbagai genre, mulai puisi, prosa-lirik, drama, serta kritik wacana kontemporer, baik dalam bidang ekonomi, budaya, maupun politik. Sebagai penyair, ia terkenal dengan sajak-sajak cin…
“Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” (Faruq Juwaidah)
Aku merindukan sungai kecil Pada kedua matamu Aku melihat dirimu Sebagai pagi, bait puisi Juga impian Aku mendapatimu Pada segala hal yang menggairahkan Aku sudah melampaui dosa-dosa malam Aku sudah memaafkan Zaman edan pada dirimu Faruq Juwaidah
Faruq Juwaidah dikenal sebagai salah seorang penyair terkemuka dalam gerakan puisi Arab kontemporer. Puisi-puisinya liris, disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan jujur, namun menukik. Ia dianggap mampu mengorganisir banyak warna dalam puisi Arab, dari puisi-puisi dengan rima vertikal hingga puisi-puisi dengan gaya dramatik. Puisi-puisi dan dramanya telah diterjemahkan ke dalam beberapa ba…
Dulu kau pernah berkata: Kelak aku akan kembali Ketika tiba musim semi Musim semi sudah berlalu Bahkan ia sudah datang berkali-kali Silih berganti Hari-hari juga terus beranjak pergi Setiap hari Aku membangkitkan harapan di hatiku Sambil menunggu Orang-orang telah kembali Musim semi juga sudah berlalu Hati mulai merasakan Getirnya sebuah penantian Apakah kau sudah lupa, Ke…