Kita, Kata, dan Cinta dapat berlaku sebagai buku pelajaran bahasa Indonesia yang mengembangkan kalimat demi kalimat sampai menjadi sebuah novel, dengan bahasa Indonesia yang tidak sekadar diterapkan sebetul mungkin, tetapi juga menjadi subjek maupun objek novel ini sendiri. —Seno Gumira Ajidarma, sastrawan Empat puluh enam artikel faksi dengan gaya narasi karya Khrisna Pabichara di dalam …
“Tiada perkawinan dalam keluarga kami dengan hamba sahaya. Sekaya apa pun, sementereng apa pun, sehebat apa pun, putramu tidak layak bagi putriku. Cuih!” Sappe sengaja meludah karena ia tahu bahwa ludah adalah penghinaan kasar, apalagi dalam acara pinang-meminang. “Aku menolak lamaran kalian demi masa depan putriku. Maka dengarkan baik-baik sumpahku ini, Makkarawa. Apabila ada anak peremp…