Sejak itu juga, aku makin sering saja membayangkan kau berdiri di laut dan memandang ikan-ikan dengan berbagai kejadian aneh menyertainya—tergantung aku maunya seperti apa. Aku tidak tahu rasanya menjadi dirimu. Pasti saja sulit. Namun, kau juga tidak tahu rasanya menjadi diriku, bukan? Lalu, apa lagi yang bisa kulakukan selain membiarkan diriku bersenang-senang dengan segala yang kuciptakan …
Sebuah Surau bercerita tentang surau berumur 100 tahun. Surau yang didirikan untuk mengganti surau lama yang diruntuhkan. Surau yang terlahir dari pohon jati tua, yang ditanam oleh ayah dari Kiai Moekti. Surau yang dilahirkan dalam iringan selawat nabi. Kiai Moekti seorang alim, dirinyalah yang mendirikan dan mengurus surau dan mengajar mengaji, menanamkan akhlak Kanjeng Nabi Muhammad Saw. k…
Seratus tahunan setelah Kekaisaran Romawi hanya menyisakan bagian timurnya dan mencoba terus bertahan di bawah nama Bizantium, ketika Kerajaan Melayu yang sedang tumbuh subur di Jambi baru saja menjadi bagian Kerajaan Sriwijaya di Pulau Emas: di perbatasan Arab dan Syam, sebatang pohon yang saking lebat-hijau-dan-tebal kanopinya menyerupai brokoli raksasa … menangis tersedu-sedan. Daunnya …
Dokter Setengah Malaikat Eriyandi Budiman Yang Gugur di Kios Cukur Gunawan Tri Atmodjo Kucing yang Terbelah di Kota Hujan Bamby Cahyadi Kelinci Calvino Kiki Sulistyo Waktu Akasa Dwipa Maaf, Tapi Kamu Harus Musnah Agus Edi Santoso Cinta Itu Babi Dadang Ari Murtono Bagaimana Kalau Kita Saling Membunuh Saja Daruz Armedian Semua Bermula ketika Seekor Ikan Mati Yet…
Cerita perang dalam karya Arafat Nur tidak semata-mata hadir sebagai tragedi, melainkan juga sesuatu yang menghibur lewat gaya bertutur narator (atau tokoh cerita) yang ada kalanya jenaka—juga natural. Dengan gaya seperti itu, fakta-fakta sejarah perang bersenjata yang lekat dengan peristiwa pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan kekejaman lainnya, hadir di hadapan pembaca sebagai kisah tan…
Di keluarga kami, nenekku orang yang paling senang memunguti cerita di luar dan membawanya pulang ke rumah. Ia senang berkumpul bersama perempuan-perempuan tua dan bergosip tentang kejadian yang berkembang di sekitar tempat tinggal kami. Setiap pulang, nenekku berhenti di pintu dan berkata: kalian tahu, perawan tua Sima baru saja pulang membawa bayi tanpa seorang suami. Kalian tahu, bandot J…
Aku dulu bocah yang riang, lalu tumbuh menjadi perempuan muda baik-baik, dan juga seorang penjaga toko roti dengan topi jamur di kepalaku. Aku bertemu Nodee. Aku bahagia mencintainya, tapi juga berantakan karenanya. Cintaku ingin menggenapkan tapi juga meniadakan. Kesimpulannya, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Lalu ketika aku dan Nodee duduk berhadapan, Nodee berkata, “Dengar, mulai se…