Text
Menemukan Sejarah: Wacana Pergerakan Islam di Indonesia
Buku ini mengajukan satu uraian kritis terhadap sejarah pergerakan Islam di Indonesia. Berlandaskan tinjauan historis yang lebih luas hingga mencakup masa pranasional, bahkan prakolonial, hingga menjelang proklamasi kemerdekaan. Mansur Suryanegara berupaya menemukan kembali sebagian dari amal akbar Umat Islam Indonesia yang selama ini nyaris tertimbun dalam kuburan sejarah. Dengan sangat jeli, didukung oleh fakta-fakta otentik yang tak terbantah, pengarang mengungkapkan hal-hal unik berkaitan dengan sejarah Indonesia. Umpamanya. R.A. Kartini ternyata pendorong penerjemahan Al-Qur'an di Indonesia, Si Singamangaraja ternyata beragama Islam, atau Perang Sabil Ambarawa-yang dalam sejarah nasional terkenal dengan Palagan Ambarawa-ternyata dipimpin oleh para ulama.
Beberapa analisis lain yang mengejutkan juga disajikan oleh penulis yang dikenal sebagai sejarawan yang sering berada di luar "arus utama" ini. Sejarah Nasional yang menetapkan bahwa awal kebangkitan nasional Indonesia dimulai dengan munculnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 ternyata tidak cukup jujur dan sering tertutup, karena awal kebangkitan nasional sebenarnya dimulai dari Serikat Dagang Islam yang berdiri pada 15 Oktober 1905. Selain itu, fakta sejarah menuliskan bahwa Budi Utomo menolak persatuan Indonesia dalam kongresnya pada April 1928. Jadi, setelah 20 tahun sejak berdirinya, Budi Utomo masih tidak mampu memahami perjuangan bangsa Indonesia.
Dari segi penulisan historiografi Islam di Indonesia, buku ini memberikan manfaat yang bersifat strategis dan fundamental, bukan saja untuk menumbuhkan kesadaran historis kaum Muslim tetapi juga bagi revitaslisasi Islam Indonesia di masa depan.
Tidak tersedia versi lain