Goenawan menulis puisi (terakhir Don Quixote), karya lakon (terakhir Amangkurat, Amangkurat, dipentaskan di Jakarta dan Kuala Lumpur), novel (Surti dan Tiga Sawunggaling) dan sampai hari ini menulis tiap pekan Catatan Pinggir di Majalah Tempo, esai-esai pemikiran yang di tahun 2017 dikumpulkan sampai 12 jilid. Orfeus, sebuah sajaknya ditafsirkan dalam koreograf I oleh Melati Suryodarmo, di mana…
“Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” (Faruq Juwaidah)
Nama buku Kumpulan Puisi ini benar-benar menggambarkan alam Penyair dan puisi-puisinya. Asmaraloka. Catatlah, kelahiran Penyair Cinta ini. Usman Arrumy. -KH. A Mustofa Bisri Usman Arrumy menurut hemat saya adalah seorang penyair penghayat. Buku-buku sufi yang ditelaahnya cukup banyak. Bahkan ia telah menerjemahkan puisi-puisi Sapardi Djoko Damono ke dalam bahasa Arab, dan hasilnya bagus. Be…
Kepenyairan Nizar Qabbani memang telah menyita perhatian banyak orang. Tema-tema cinta yang ia angkat membuat dirinya ditahbiskan sebagai Penyair Cinta atau Penyair Perempuan abad modern. Dari sekian banyak puisi cintanya, Nizar selalu berbicara tentang perempuan atau kadang kala ia bersuara begitu lantang atas nama perempuan. Nizar memang pribadi yang mampu menciptakan romantisme mendalam tent…
Beasiswa unggulan dari Kemendikbud RI dan fasilitas teknis dari Komite Buku Nasional (KBN) menjadi ihwal, sehingga residensi penulis dua bulan di Belanda (Juli dan Agustus 2017) adalah berkah bagi saya. Di Negeri Kincir Angin itu saya tak semata melakukan riset dan napak tilas jejak Raden Saleh—sebagai peranti untuk menyelesaikan sebuah novel berlatar sejarah yang saya tulis bersama Iksaka Ba…
Bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Tapi khatib-khatib di masa ketika pihak pemberontak telah dikalahkan telah dijemput dari rumah istrinya, dinaikkan ke atas truk dan diturunkan di sawah berawa-rawa untuk di benamkan hidup-hidup. Khatib-khatib lain tidaklagi berani berkata apa-apa di atas mimbar, dan shalat jumat berlangsung begitu cepat, didahului oleh khotbah si bisu. Tentara pendudukan dari seorang perdana menteri tambun yang…
Buku sajak tentang Don Quixote, yang dapat sambutan baik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta Jerman, kini diterbitkan kembali dengan beberapa sajak baru. Goenawan Mohamad, yang juga perupa, membuat gambar-gambar Don Quixote— salah satunya jadi bahan kulitmuka buku ini. Ia juga menulis teks untuk wayang golek Den Kisot, yang akan dipentaskan bersama peluncuran terjemahan novel Cerv…
1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut menampilkan diri saya yang tengah berdiri mengenakan kaus berwarna ungu bergambar figur yang diandaikan sebagai Gajah Mada. 3/ Puisi-puisi dalam buku…
Saya sadar, menggubah puisi itu— mulai menulis, menyunting, menerbitkan, hingga menjualnya—harus melalui tahapan yang panjang dan rumit. Namun, hal itu tetap saya lakukan dengan pertimbangan bahwa puisi merupakan himpunan gagasan yang paling ‘orisinal’ di antara genre tulisan lain yang pernah saya tulis. Setiap penyair butuh proses panjang untuk menghasilkan puisi, mulai dari merekam re…
Aku menjalankan peta nasibku Kau rupanya yang menentukan tujuan Aku menguasai ilmu pengetahuan, peta dunia dan buku-buku Tapi kau lebih paham segalanya Akulah pembuka lahan di daratan kering, Memangkas rumput dan membakar ranting Dan menjadi pemilik atas wilayah temuan Tapi ternyata, engkaulah penguasanya Dengan anggur dan kitab suci, aku mabuk memujamu Tapi pujaanku, mungkin takka…
“Keunikan puisi Mustofa Bisri terletak pada pengungkapan masalah sosial dan spiritual dengan menggunakan bahasa sehari-hari.” -Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, sastrawan “Rasa terlibat yang kuat dengan masalah sosial, kesungguhan seorang saleh yang berilmu, kerendahan hati dan rasa humor berpadu dalam pribadi Mustofa Bisri yang membayang dalam puisi-puisinya.” -Taufiq Ismail, sastraw…
aku menelusuri jalan-jalan diriku di bawah matahari abadi, dan di sampingku kau berjalan bagai pohon, kau berjalan ibarat sungai, dan berkata kepadaku seperti aliran sungai, kau tumbuh umpama gandum di antara tanganku, kau berkelejatan penaka tupai di antara tanganku, kau terbang laksana seribu burung, dan tawamu bagaikan deru laut, kepalamu adalah sebutir bintang di antara tanganku, du…