“Seorang intelektual kelas berat dan virtuoso sastra sejati, Milan Kundera, mengambil kompleksitas-kompleksitas Freud yang paling diperhitungkan dan dengan penuh olok-olok membalikkan semua itu dalam suatu aksi permainan sulap hingga ia sanggup menangkap hasrat tergelap dan terdalam kita sebagai manusia. [ . . . ] Dunia Kundera begitu rumit, penuh olok-olok dan paradoks.” —Abe Ravitz, Cle…
Pada tahun 1992, Colonna ditawari honor menggiurkan untuk menulis sebuah memoar. Subjeknya, Braggadocio, yakin bahwa mayat Mussolini adalah tubuh ganda dan bagian dari plot Fasis yang lebih luas. Ketika sebuah mayat ditemukan dalam kondisi mati ditikam di gang tersembunyi, Colonna tersentak. Dipicu oleh teori konspirasi, mafia, cinta, korupsi, dan pembunuhan, Nomor Nol bergema bersama bentrokan…
Mungkin di seberang, di laut lepas itu sebuah kuil telah raib, dan kita terus bertanya-tanya Apakah di laut, di pulau yang karam itu sebuah rahasia mulai tak terdengar dan gemanya, tak lagi memanggil-manggil nama kita? Puisi-puisi dalam buku ini menyoal diri yang tak selesai: eksistensi yang tercerai berai, kekalahan dan perlawan dalam hidup yang kebak oleh nasib buruk. Ia mengajak man…
"Kanker kata seperti penyakit autoimun. Sistem imun tubuh Anda menyerang jaringan normal karena tidak bisa membedakan antara sel sehat dengan benda asing. Dalam kanker kata, tubuh Anda menganggap kata yang muncul dari diri Anda adalah benda berbahaya." Begitulah dokter menjelaskan penyakit si tokoh utama yang sialnya adalah seorang penulis! Menulis telah menjadi rutinitasnya sejak kecil, bah…
Keluarga adalah tempat pertama bagi setiap manusia untuk belajar tentang relasi. Kekacauan dalam relasi awal tersebut akan menjadi mimpi buruk yang panjang. Cerpen-cerpen dalam buku ini adalah gambaran paling jujur dari kondisi itu. Dalam “Bapak yang Hilang”, seorang anak melihat punggung bapaknya menjauh dan tak pernah kembali pulang. Sebuah lubang buram tertinggal padanya dan sepanjang…