Pulang merupakan benang merah dari cerita-cerita perjalanan kami yang senantiasa melingkar. Mengapa “melepas” dan mengapa “dada”? Kedua diksi tersebut diasumsikan sebagai bentangan titik ke titik yang memuat peristiwa perjumpaan, merelakan perpisahan, hingga memeluknya sebagai kenangan yang tersemat di hati. Seluruh rangkaian itu bermula dari sudut pemberangkatan yang beragam untuk mene…
Dalam cerpen-cerpen Aksan Taqwin Embe, ada upaya menghadirkan sejumlah tema yang tidak biasa, kejutan. Serta renungan tentang keadilan. Meracik elemen urban/sub urban, tradisi, dan unsur supranatural, Aksan kerap menggambarkan tokoh-tokohnya sebagai orang-orang yang terperangkap maupun dipermainkan oleh struktur yang lebih besar. Kita berharap, dengan eksplorasi paradigma yang lebih dalam serta…