Pulang merupakan benang merah dari cerita-cerita perjalanan kami yang senantiasa melingkar. Mengapa “melepas” dan mengapa “dada”? Kedua diksi tersebut diasumsikan sebagai bentangan titik ke titik yang memuat peristiwa perjumpaan, merelakan perpisahan, hingga memeluknya sebagai kenangan yang tersemat di hati. Seluruh rangkaian itu bermula dari sudut pemberangkatan yang beragam untuk mene…
wahai kepulangan, bau amis laut membentangkan kehampaan ke mana perginya kebahagiaan? sebab adat membenamkan pertemuan dan menelan kebisingan * Apakah saya akan menulis puisi sampai mati? Berkali-kali saya pernah mencoba berhenti menulis puisi. Namun, panggilan menulis itu datang lagi. Beberapa tahun saya abaikan puisi karena kesibukan kantor. Namun, huruf-huruf bermunculan dalam mimpi-mi…