Ava Kinara memutuskan pindah negara ketika hidupnya memburuk ke titik terendah. Ia pergi ke sebuah kota yang berjarak tiga ribu kilometer, Chiang Mai, demi mencari arti sebuah rumah; sebuah tanah air. Sejak kecil Ava selalu merasa asing dan diasingkan. Seolah ia terlahir dan hidup di sebuah tempat yang salah dan orang-orang membencinya. Kulit putih susunya dan mata almonnya tidak pernah tepat b…
Sekelompok pasukan menyerang Dusun Khae Khwa. Senjata api menyalak. Senjata tajam berkelebat. Orang-orang menjerit dan berhamburan. Dalam kekacauan itu, ibu dan adik Begum diseret menuju kematian. Begum sendiri bisa meloloskan diri dari peristiwa itu. Ia menerobos desingan peluru, lalu pergi ke tempat yang entah. Namun, selepas itu, ia justru terjebak dalam kekacauan yang lain, kebiadaban yang …
Pada tahun 1970-an, sebuah kapal penyeberangan terombang-ambing di tengah Danau Toba. Kapal itu berencana menyeberang dari Parapat ke Tomok. Air danau yang sebelumnya tenang mendadak beringas, siap menelan kapal kayu dua lantai itu. Badai harus dihentikan. Jika tidak, mereka semua akan karam. Mata kapten kapal berhenti pada seorang perempuan. "Dia keturunan Sipanggoran," ujarnya. Perempuan S…
Sungguh, puisi serupa Medusa. Barangsiapa menatap matanya, kaku gugu tubuhnya. Kau boleh menghitung mundur. Di luar, kelinci jatuh dari bulan. Burung gagak meminjam teriakan Tuhan. Musik dimainkan—tidak ada nada minor. Patah hati selalu nisbi dan kita pandai berpura-pura. * Saya ingin punya umur panjang di dalam puisi—sekalipun jalannya berliku, berlubang, becek, juga banyak rambu yang se…
Hatiku jendela yang membuka Seperti kulihat wajahku ke dalam cermin Maka di dalam cermin itu kulihat wajahmu juga Yang menerangi bahwa hari ini adalah puisi indah - Hari Ini adalah Puisi Indah Setelah menulis sajak, lalu membacanya ulang, saya menjadi yakin, sajak merupakan harapan di antara tampilan citraan, dan pernyataan, yang ditegakkan untuk merobohkan keputusasaan dalam realitas hi…
Habel dan Veronika berciuman di malam tahun baru. Ini menjadi awal surat menyurat di antara mereka. Surat-surat itu membuat dunia Habel yang sebelumnya hanya berisi ayat-ayat kitab suci dan doa-doa, kini dipenuhi celoteh Veronika. Sebaliknya, dunia Veronika yang sebelumnya dipenuhi kekecewaan akan Tuhan perlahan terisi oleh doa-doa dan ayat kitab suci. Keduanya belajar untuk berdamai dengan dir…
Puisi-puisi dalam Jari Tengah ini terbangun karena teks, visual, dan audiovisual yang meminjam dua kategori pengalaman. Pertama, pengalaman di luar diri penyair, dalam hal ini orang-orang. Saya ingin menyebut khusus pengalaman itu berasal dari Kakek dan Nenek saya, yang mana di kampung, mereka cukup dikenal sebagai dukun dan pabarzanji. Kedua, pengalaman saya pribadi membaca, mendengar, dan mel…
Dalam waktu kehilangan adalah jarum patah angka-angka patuh mengembalikan kita dalam bentuk utuh bukan siapa-siapa tidak apa-apa juga bagaimana tapi kapan maut dan cinta bersiteru di sublim waktu * Puisi adalah wahana dialog antara diri sendiri dan momentum tentang perjalanan dari sebuah kehilangan hingga menemukan. Dan buku ini adalah sebuah gagasan yang bisa menjadi jembatan unt…
Teluk Selong yang tenang mendadak meradang ketika Gusti Suanang dan Umar Gayam saling hardik di halaman. Adam, putra Umar Gayam, dinilai tak pantas meminang Intan karena bukan keturunan bangsawan. Petang itu Umar bersumpah, akan tiba suatu masa Gusti Sunang menghamba pada orang yang ia hina. Delapan tahun berselang, Gusti Suanang jatuh dalam koma yang berkepanjangan. Seorang ulama berkata ba…
Aku tak menghitung berapa jarak yang telah kutempuh mencarimu, tapi kau tahu aku akan berjalan sendiri di kota yang kata-katanya bukan cuma milikku. Banyak yang harus kita tanggalkan untuk menjadi tunggal, dan kau satu-satunya yang kuinginkan tinggal di dalam tabah tubuhku. Aku tak terbiasa dengan sepi yang hadir di cangkir kopi. Tapi kau berdiam di sana, tempat waktu membekukan; kau dan …
Cerita ini berawal dari seorang laki laki dan perempuan yang melakukan persetubuhan di luar nikah pada suatu malam di sebuah parit. Peristiwa itu, yang mulanya tidak diketahui siapa pun, lambat laun tercium juga oleh penegak keamanan moral. Bukti-bukti sudah ditemukan. Hukuman tak mungkin terelakkan. Hanya ada satu jalan damai yang bisa mereka tempuh, yaitu menikah. Akan tetapi, baik dari pihak…
“Begitulah perkara iman,” sambung si orang Cina, murid Konfusius, “kesombonganlah yang menyebabkan kekeliruan dan perselisihan paham di antara manusia. Seperti halnya dengan matahari, demikianlah dengan Tuhan. Setiap insan ingin memiliki Tuhan yang istimewa untuk dirinya sendiri, atau setidaknya Tuhan yang spesial bagi tanah kelahirannya. Tiap bangsa ingin mengurung Dia di dalam kuilnya s…
Seorang lelaki tua mengaku sebagai pembunuhku dan nyaris setiap hari mengumbar penyesalan. Pak Tua melakukan apa saja untuk membuatku tampak masih hidup. Ia mengawetkan mayatku dan meletakkanku di jok belakang mobil, membelikanku baju-baju, buku-buku, dan mainan terbaru. Kami berkeliling dengan jok belakang yang semakin penuh. Tapi sebuah pertanyaan menggenangi kepalaku semenjak aku menjadi han…