Han Na o Han Na, katakan padaku kematian macam apa yang tak akan menundukkan kepala di hadapan mata si gila? Sungguh menyenangkan usiaku lewat sia-sia karena membayangkanmu Tersenyum-senyum sendiri melihat wajahmu meloncat dari satu benda ke benda lain Sedih mengharu-biru kala teringat kau dan aku tak mungkin bisa bersatu * Sajak-sajak di dalam buku ini saya buat dalam rentang wakt…
wahai kepulangan, bau amis laut membentangkan kehampaan ke mana perginya kebahagiaan? sebab adat membenamkan pertemuan dan menelan kebisingan * Apakah saya akan menulis puisi sampai mati? Berkali-kali saya pernah mencoba berhenti menulis puisi. Namun, panggilan menulis itu datang lagi. Beberapa tahun saya abaikan puisi karena kesibukan kantor. Namun, huruf-huruf bermunculan dalam mimpi-mi…
Kekhusyukan adalah gelombang Yang mengendap jauh di balik dada Hempasan ombak yang mengental Pada lubuk hati. Adapun keheningan Tak lain puncak tertinggi dari puisi Yang dibangun seorang penyair Menjadi doa. Sebuah menara sunyi Yang tegak di antara kehancuran Dan kebangkitan kembali kata-kata
Berbeda dengan puisi tema lain yang kadang memiliki motif tertentu, entah itu politis maupun estetis, bagi saya puisi cinta—meminjam istilahnya Umbu Landu Paranggi—adalah puisi “zero referensi”. Puisi yang tak membutuhkan rujukan laiknya puisi dengan tema yang lebih spesifik. Begitu pun puisi bertema maut (dalam pengertian luas) yang menjadi bagian kedua di buku ini. Sebagaimana cint…
“hana nguni hana mangke tan hana nguni tan hana mangke” Selarik kata-kata dari Amanat Galunggung itu jika diterjemahkan, kira-kira begini artinya: ada masa lalu maka ada masa kini, tak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu. Mereka, masa lalu, masa kini, dan masa depan, bersatu dalam satu tubuh. Tubuh waktu. Puisi bagi saya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Puisi mencari…
Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan. Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram. Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: “Bagaimana tidurmu semalam? Tadi saya menunggu lama di kuburan.”
Buku ini adalah semacam dapur kecil Jokpin. Di dalamnya dia menghidangkan pelbagai resep, bumbu, dan peralatan memasak untuk sajak-sajaknya. Kita akan menemukan aroma, asam manis pahit pedas kata di balik penciptaan sajak-sajak Jokpin yang sebagiannya sudah sangat populer seperti Celana, Kamar Mandi, dll. Tak hanya itu: Jokpin juga menyingkap sejumlah kiat yang amat berguna bagi yang ingin m…
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. * Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa saya sudah tiba pada niat baik atau terlampau…
senja itu datang entah dari mana burung yang mati tak pergi ke surga di Siwalanpanji, setiap kejadian meninggalkan gigitan * Puisi-puisi yang kutulis di buku ini, berawal dari sebuah mimpi buruk. Tahun 2016, di tengah perjalanan pulang ke Surabaya, pukul 02.00 mimpi buruk itu mendatangiku: kantorku terkubur lumpur, lalu aku pergi ke sebuah kota di tengah malam, di perjalanan itu kulihat …
Aku lihat suamimu. Dari ketinggian sepohon nyiur aku lihat suamimu. Ia menyebrangi titian itu. Melihat dia, hantu perempuan menutup wajahnya yang menakutkan. Dengan daun-daun. Aku bertanya kenapa ia berbuat begitu. Ia menjawab, "Karena orang itu akan mati sebelum hari Sabtu." Bulan kelihatan rendah, di dekat gumuk. Suamimu tentu saja tak melihatnya. Capingnya yang lebar menutupi panda…
Kau adalah masa silamku yang tercecer Pada serpihan kertas. Aku masih membacamu Meski pandanganku mulai samar-samar Kau adalah masa silamku yang tersisa Pada gulungan kaset. Aku masih mendengarmu Meski telingaku hanya menangkap kebisuan Kau adalah masa silamku yang teronggok Pada keranjang sampah. Aku masih memilahmu Meski tanganku sulit membedakan terang dan gelap Kau adalah mas…
Beasiswa unggulan dari Kemendikbud RI dan fasilitas teknis dari Komite Buku Nasional (KBN) menjadi ihwal, sehingga residensi penulis dua bulan di Belanda (Juli dan Agustus 2017) adalah berkah bagi saya. Di Negeri Kincir Angin itu saya tak semata melakukan riset dan napak tilas jejak Raden Saleh—sebagai peranti untuk menyelesaikan sebuah novel berlatar sejarah yang saya tulis bersama Iksaka Ba…
Dalam waktu kehilangan adalah jarum patah angka-angka patuh mengembalikan kita dalam bentuk utuh bukan siapa-siapa tidak apa-apa juga bagaimana tapi kapan maut dan cinta bersiteru di sublim waktu * Puisi adalah wahana dialog antara diri sendiri dan momentum tentang perjalanan dari sebuah kehilangan hingga menemukan. Dan buku ini adalah sebuah gagasan yang bisa menjadi jembatan unt…
Di toko buku, sering kali buku puisi menjelma makhluk “antara ada dan tiada”. Di hadapan buku puisi, orang-orang lalu lalang, namun tidak memandang ke arahnya. Di lain waktu, sepasang remaja perempuan membongkar rak buku itu dan mencari buku puisi romantis. Seorang di antaranya menyarankan untuk tidak memaksakan diri mencari buku tersebut. “Cari saja di google!” katanya seraya berlalu. …
Bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Tapi khatib-khatib di masa ketika pihak pemberontak telah dikalahkan telah dijemput dari rumah istrinya, dinaikkan ke atas truk dan diturunkan di sawah berawa-rawa untuk di benamkan hidup-hidup. Khatib-khatib lain tidaklagi berani berkata apa-apa di atas mimbar, dan shalat jumat berlangsung begitu cepat, didahului oleh khotbah si bisu. Tentara pendudukan dari seorang perdana menteri tambun yang…
Buku sajak tentang Don Quixote, yang dapat sambutan baik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta Jerman, kini diterbitkan kembali dengan beberapa sajak baru. Goenawan Mohamad, yang juga perupa, membuat gambar-gambar Don Quixote— salah satunya jadi bahan kulitmuka buku ini. Ia juga menulis teks untuk wayang golek Den Kisot, yang akan dipentaskan bersama peluncuran terjemahan novel Cerv…
Dikenal sebagai pengarang yang memopulerkan kata robot, Karel Čapek penulis raksasa dari Ceko menulis banyak cerita pendek slengekan yang memikat dan terus dikenang di benak penggemar. Salah satunya kisah-kisah dalam buku ini. Dengan lihai dan enteng, Čapek menuliskan kembali berbagai legenda, mitologi Yunani, tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah, dan insiden-insiden dalam Alkitab yang dibangu…
Puisi-puisi saya dalam antologi ini secara khusus memaktub tema lokalitas, baik itu konstelasi sejarah, mitos, atau objek pariwisata. Lokalitas sebagai dasar penciptaan bukan semata dalam rangka mengagungkan alam sekitar, atau mempromosikan kepada publik agar punya nilai yang layak jual. Lebih dari itu, lokalitas adalah panggung pengindraan yang memunculkan respons intuitif yang lebih sinergis …
Tuan dan Hamba adalah kisah perjalanan dari kehidupan menuju kematian, salah satu tema utama Tolstoy yang bertahan sejak Tiga Kematian (1859) dan seterusnya. Kisah ini penuh dengan simbol. Tanpa membuang waktu dalam mengembangkan kengerian yang berdenyut sepanjang cerita, segera setelah Brekhunov dan Nikita meninggalkan desa Kresty, Tolstoy langsung membongkar batas-batas antara alam kehidupan …
Puisi membawa saya melakukan perjalanan. Meninggalkan rumah. Memasuki kota demi kota. Memahami dunia di luar diri. Memahami hal-ihwal kesedihan dan kebahagiaan. Puisi menjadi kekasih, kawan perjalanan, ibu, sekaligus guru bagi kehidupan saya. Saya menulis puisi dalam setiap perjalanan, namun hakikatnya puisi yang menuntun saya untuk memahami setiap perjalanan. Saya sering kali merasa bermain-ma…
1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut menampilkan diri saya yang tengah berdiri mengenakan kaus berwarna ungu bergambar figur yang diandaikan sebagai Gajah Mada. 3/ Puisi-puisi dalam buku…
Padang Rumput Firdaus adalah karya yang tepat untuk menilik minat Steinbeck muda dalam mengulas tema-tema yang kelak akan menyita perhatiannya. —New York Times Book Review Padang Rumput Firdaus adalah salah satu buku paling awal Steinbeck, berisi 12 cerita pendek yang saling berhubungan. Semua cerita ini terjadi di lembah semi-imajiner Las Pasturas del Cielo di Monterey County, California…
The Cleft merupakan eksplorasi terhadap sesuatu yang purba, sebuah dunia yang telah lama hanya berisi sekumpulan perempuan—dihuni oleh makhluk-makhluk malas, komunal, seperti lumba-lumba—dan kekacauan yang terjadi ketika mereka, tanpa bisa dipahami, mulai melahirkan anak laki-laki. Harold Bloom pernah menuduh Lessing sedang melakukan 'perang salib melawan laki-laki', tapi Lessing menolak l…
Apakah payung membenci atau mencintai hujan? Aku bertanya kepada pantun, dan dia menjawab, “sampiran dan pesan padaku sudah jauh terpisah, dan aku bukan lagi aku!” Dan kau mencoba mempertemukan dengan payung dan hujan. Jalan kota, taman, dan sirene ambulans, memberi kata padaku, “Sedia payung…,” sebelum suara lain, “…dan biarkan hujan,” kata payung itu. Dan kau mungkin tahu…, …
Dunia baru butuh nabi baru. namun tak seorang pun ingin dipilih menjadi nabi. lalu bagaimana pencarian sang terus dilakukan? Triyanto Triwikromo, pemeroleh anugerah Tokoh Seni 2015 pilihan Majalah Tempo untuk kumpulan puisi Kematian Kecil Kartosoewirjo, menjawab pertanyaan itu dengan ungkapan-ungkapan sok serius, tak terduga, konyol, dan segar dalam buku ini. "Kadang-kadang wajah malaikat nu…
penghulu kampung takkan membawa sesaji tanda sepakat menyanjung ruh jembalang laut menghujat Hang dan laut sekadar penepi pecahan sekutu ombak tak setia di musim maut penyebab lambung sekampung borok berkarat tak patut disanjung, sebab menggiring hanya sekerat berkat dapat dijerat di muara ramai pengerat * Sejak tahun 1984, saat saya masih SMP, saya sudah mencoba menulis puisi. Saat it…
Aku menjalankan peta nasibku Kau rupanya yang menentukan tujuan Aku menguasai ilmu pengetahuan, peta dunia dan buku-buku Tapi kau lebih paham segalanya Akulah pembuka lahan di daratan kering, Memangkas rumput dan membakar ranting Dan menjadi pemilik atas wilayah temuan Tapi ternyata, engkaulah penguasanya Dengan anggur dan kitab suci, aku mabuk memujamu Tapi pujaanku, mungkin takka…
Pada suatu malam yang nyamnyam, kau menemukan sepotong hati yang lezat dalam sebungkus nasi kucing. Kau mengira itu hati ibumu atau hati kekasihmu. Namun, bisa saja itu hati orang yang pernah kausakiti atau menyakitimu. Angkringan adalah nama sebuah sunyi, tempat kau melerai hati, lebih-lebih saat hatimu disakiti sepi.
Mata Paling Biru adalah novel pertama Toni Morrison, sebuah buku yang dipuji karena kekayaan bahasa dan kejelasan visinya. Dengan latar belakang kota Lorain, Ohio, yang merupakan kota kelahiran dan masa kanak-kanak sang pengarang, novel ini bercerita tentang seorang gadis cilik sebelas tahun, kulit hitam, bernama Pecola Breedlove. Pecola berdoa agar matanya berubah menjadi biru supaya cantik da…