Kǐs adalah salah satu penulis besar Eropa periode pasca perang. -Guardian Fantasi mengejar realitas dan realitas mengejar fantasi. Kurang lebih mengingatkan kepada Pirandello dan Borges. Tetapi nama-nama ini dimaksudkan sebagai referensi saja. Kǐs adalah penulis baru yang orisinil. -Times Literary Supplement Danilo Kǐs lahir di Kerajaan Yugoslavia pada 1935. Setelah masa kecil yang gel…
Goenawan menulis puisi (terakhir Don Quixote), karya lakon (terakhir Amangkurat, Amangkurat, dipentaskan di Jakarta dan Kuala Lumpur), novel (Surti dan Tiga Sawunggaling) dan sampai hari ini menulis tiap pekan Catatan Pinggir di Majalah Tempo, esai-esai pemikiran yang di tahun 2017 dikumpulkan sampai 12 jilid. Orfeus, sebuah sajaknya ditafsirkan dalam koreograf I oleh Melati Suryodarmo, di mana…
“Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” (Faruq Juwaidah)
Ada kebanggaan tersendiri ketika penyair menerbitkan buku puisi; berbagi karya kepada khalayak ramai, tak sekadar proses dokumentasi. Lebih dari itu, penerbitan buku puisi merupakan pembuktian eksistensi seorang penyair. Karya puisi menunjukkan seberapa besar konsistensi dalam menulis dan ‘merekam’ pengalaman batin penyair. Puisi-puisi dalam buku kumpulan puisi kedua ini saya tulis sepan…
siapakah yang berjalan sendirian. bayang-bayang. menyusur ribuan kenang. Aku mengingatmu. ketika angin sasap. senyap. lindap dan tuhan hilang di ujung ratap. Puisi adalah peristiwa hari ini. Saya menulis segala yang saya lihat dan rasakan, baik secara lahir maupun batin. Bukan sekadar kata-kata yang dirangkai sedemikan rupa agar menjadi indah. Puisi bagi saya adalah esensi. Robi Akbar
“Jika benar ayahku seekor anjing, atau dikutuk jadi seekor anjing; dosa macam apakah yang tengah ditanggung oleh ayahku? Wahai Dayang Sumbi, ibuku yang malang, kau tak pernah bisa menjawab pertanyaanku semacam ini. Karena itu, aku tidak percaya bahwa kau ibuku! Aku juga tidak percaya bahwa ayahku seekor anjing!” teriak Sangkuriang, pada sebuah sore yang muram, di sebuah Hutan Larangan yang …
Novela yang anda pegang ini mengisahkan sebuah bangunan asrama dalam masa lalu seorang perempuan yang menyendiri. Suaminya bekerja di luar negeri. Ketika sepupunya meminta tolong mencarikan asrama untuk tempat tinggal selama menempuh kuliah di Tokyo, si tokoh utama teringat akan asrama lamanya. Di tempat yang dikunjunginya ini berbagai perasaan ganjil terkuak kembali. Asrama dikisahkan denga…
Novela yang tengah Anda baca ini menceritakan tentang Pierre dan Luce, sepasang muda-mudi penduduk Paris yang memilih mengabaikan deru perang di negerinya demi menghidupi cinta. Keduanya memilih abai pada perang yang berkecamuk dan memilih berasyik masyuk dalam cinta antarkeduanya. Di tengah lalu-lalang pesawat Gotha di langit Paris, di tengah peringatan bom dan penduduk yang mengungsi ke ruban…
Di suatu bagian dalam Les Mots, Sartre menulis: “Meski tak terlihat di kegelapan, buku tetap berkilau demi dirinya sendiri. Di kemudian hari, akan kuberikan kepada karya-karyaku nada keras setajam sorotan cahaya itu, dan lebih nanti di kemudian hari, di tengah-tengah puing-puing perpustakaan, karya itu akan lebih lestari daripada manusia sendiri.” Nukilan dari Sartre agaknya sedikit banyak …
"Saya tidak bisa berpura-pura mengetahui bagaimana menulis itu seharusnya dilakukan, atau apa yang oleh seorang kritikus yang bijak akan disarankan kepada saya agar dilakukan untuk meningkatkan tulisan saya" Petikan di atas merupakan pernyataan Russell terkait bagaimana ia menulis. Sebagaimana diketahui, minat Russell itu sangat luas dan beragam, yang berkembang dari tahun ke tahun. Di Cambr…
Han Na o Han Na, katakan padaku kematian macam apa yang tak akan menundukkan kepala di hadapan mata si gila? Sungguh menyenangkan usiaku lewat sia-sia karena membayangkanmu Tersenyum-senyum sendiri melihat wajahmu meloncat dari satu benda ke benda lain Sedih mengharu-biru kala teringat kau dan aku tak mungkin bisa bersatu * Sajak-sajak di dalam buku ini saya buat dalam rentang wakt…
wahai kepulangan, bau amis laut membentangkan kehampaan ke mana perginya kebahagiaan? sebab adat membenamkan pertemuan dan menelan kebisingan * Apakah saya akan menulis puisi sampai mati? Berkali-kali saya pernah mencoba berhenti menulis puisi. Namun, panggilan menulis itu datang lagi. Beberapa tahun saya abaikan puisi karena kesibukan kantor. Namun, huruf-huruf bermunculan dalam mimpi-mi…
Kekhusyukan adalah gelombang Yang mengendap jauh di balik dada Hempasan ombak yang mengental Pada lubuk hati. Adapun keheningan Tak lain puncak tertinggi dari puisi Yang dibangun seorang penyair Menjadi doa. Sebuah menara sunyi Yang tegak di antara kehancuran Dan kebangkitan kembali kata-kata
Berbeda dengan puisi tema lain yang kadang memiliki motif tertentu, entah itu politis maupun estetis, bagi saya puisi cinta—meminjam istilahnya Umbu Landu Paranggi—adalah puisi “zero referensi”. Puisi yang tak membutuhkan rujukan laiknya puisi dengan tema yang lebih spesifik. Begitu pun puisi bertema maut (dalam pengertian luas) yang menjadi bagian kedua di buku ini. Sebagaimana cint…
“hana nguni hana mangke tan hana nguni tan hana mangke” Selarik kata-kata dari Amanat Galunggung itu jika diterjemahkan, kira-kira begini artinya: ada masa lalu maka ada masa kini, tak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu. Mereka, masa lalu, masa kini, dan masa depan, bersatu dalam satu tubuh. Tubuh waktu. Puisi bagi saya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Puisi mencari…
Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan. Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram. Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: “Bagaimana tidurmu semalam? Tadi saya menunggu lama di kuburan.”
Buku ini adalah semacam dapur kecil Jokpin. Di dalamnya dia menghidangkan pelbagai resep, bumbu, dan peralatan memasak untuk sajak-sajaknya. Kita akan menemukan aroma, asam manis pahit pedas kata di balik penciptaan sajak-sajak Jokpin yang sebagiannya sudah sangat populer seperti Celana, Kamar Mandi, dll. Tak hanya itu: Jokpin juga menyingkap sejumlah kiat yang amat berguna bagi yang ingin m…
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. * Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa saya sudah tiba pada niat baik atau terlampau…
senja itu datang entah dari mana burung yang mati tak pergi ke surga di Siwalanpanji, setiap kejadian meninggalkan gigitan * Puisi-puisi yang kutulis di buku ini, berawal dari sebuah mimpi buruk. Tahun 2016, di tengah perjalanan pulang ke Surabaya, pukul 02.00 mimpi buruk itu mendatangiku: kantorku terkubur lumpur, lalu aku pergi ke sebuah kota di tengah malam, di perjalanan itu kulihat …
Aku lihat suamimu. Dari ketinggian sepohon nyiur aku lihat suamimu. Ia menyebrangi titian itu. Melihat dia, hantu perempuan menutup wajahnya yang menakutkan. Dengan daun-daun. Aku bertanya kenapa ia berbuat begitu. Ia menjawab, "Karena orang itu akan mati sebelum hari Sabtu." Bulan kelihatan rendah, di dekat gumuk. Suamimu tentu saja tak melihatnya. Capingnya yang lebar menutupi panda…
Kau adalah masa silamku yang tercecer Pada serpihan kertas. Aku masih membacamu Meski pandanganku mulai samar-samar Kau adalah masa silamku yang tersisa Pada gulungan kaset. Aku masih mendengarmu Meski telingaku hanya menangkap kebisuan Kau adalah masa silamku yang teronggok Pada keranjang sampah. Aku masih memilahmu Meski tanganku sulit membedakan terang dan gelap Kau adalah mas…
Beasiswa unggulan dari Kemendikbud RI dan fasilitas teknis dari Komite Buku Nasional (KBN) menjadi ihwal, sehingga residensi penulis dua bulan di Belanda (Juli dan Agustus 2017) adalah berkah bagi saya. Di Negeri Kincir Angin itu saya tak semata melakukan riset dan napak tilas jejak Raden Saleh—sebagai peranti untuk menyelesaikan sebuah novel berlatar sejarah yang saya tulis bersama Iksaka Ba…
Dalam waktu kehilangan adalah jarum patah angka-angka patuh mengembalikan kita dalam bentuk utuh bukan siapa-siapa tidak apa-apa juga bagaimana tapi kapan maut dan cinta bersiteru di sublim waktu * Puisi adalah wahana dialog antara diri sendiri dan momentum tentang perjalanan dari sebuah kehilangan hingga menemukan. Dan buku ini adalah sebuah gagasan yang bisa menjadi jembatan unt…
Di toko buku, sering kali buku puisi menjelma makhluk “antara ada dan tiada”. Di hadapan buku puisi, orang-orang lalu lalang, namun tidak memandang ke arahnya. Di lain waktu, sepasang remaja perempuan membongkar rak buku itu dan mencari buku puisi romantis. Seorang di antaranya menyarankan untuk tidak memaksakan diri mencari buku tersebut. “Cari saja di google!” katanya seraya berlalu. …
Bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Tapi khatib-khatib di masa ketika pihak pemberontak telah dikalahkan telah dijemput dari rumah istrinya, dinaikkan ke atas truk dan diturunkan di sawah berawa-rawa untuk di benamkan hidup-hidup. Khatib-khatib lain tidaklagi berani berkata apa-apa di atas mimbar, dan shalat jumat berlangsung begitu cepat, didahului oleh khotbah si bisu. Tentara pendudukan dari seorang perdana menteri tambun yang…
Buku sajak tentang Don Quixote, yang dapat sambutan baik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta Jerman, kini diterbitkan kembali dengan beberapa sajak baru. Goenawan Mohamad, yang juga perupa, membuat gambar-gambar Don Quixote— salah satunya jadi bahan kulitmuka buku ini. Ia juga menulis teks untuk wayang golek Den Kisot, yang akan dipentaskan bersama peluncuran terjemahan novel Cerv…
Dikenal sebagai pengarang yang memopulerkan kata robot, Karel Čapek penulis raksasa dari Ceko menulis banyak cerita pendek slengekan yang memikat dan terus dikenang di benak penggemar. Salah satunya kisah-kisah dalam buku ini. Dengan lihai dan enteng, Čapek menuliskan kembali berbagai legenda, mitologi Yunani, tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah, dan insiden-insiden dalam Alkitab yang dibangu…
Puisi-puisi saya dalam antologi ini secara khusus memaktub tema lokalitas, baik itu konstelasi sejarah, mitos, atau objek pariwisata. Lokalitas sebagai dasar penciptaan bukan semata dalam rangka mengagungkan alam sekitar, atau mempromosikan kepada publik agar punya nilai yang layak jual. Lebih dari itu, lokalitas adalah panggung pengindraan yang memunculkan respons intuitif yang lebih sinergis …
Tuan dan Hamba adalah kisah perjalanan dari kehidupan menuju kematian, salah satu tema utama Tolstoy yang bertahan sejak Tiga Kematian (1859) dan seterusnya. Kisah ini penuh dengan simbol. Tanpa membuang waktu dalam mengembangkan kengerian yang berdenyut sepanjang cerita, segera setelah Brekhunov dan Nikita meninggalkan desa Kresty, Tolstoy langsung membongkar batas-batas antara alam kehidupan …